Catatan part one

Tidak sedikit as-sunnah datang dari Rasululloh S.A.W lalu disampaikan kepada kerabat dan para sahabat lalu kepada semua manusia sampai dengan masa sekarang. Dari sekian banyaknya as-sunnah, dapatlah diteladani satu per satu atau dijadikan pedoman beragama dalam meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah S.W.T.

Setiap kata yang mengalir dari Rasululloh S.A.W merupakan kata yang bijak dan biasanya kata-kata itu menenangkan hati. Mungkin masih banyak yang ingat tentang rasa takut kepada Allah S.W.T yang diajarkan Rasululloh S.A.W, “Takutlah kepada Allah S.WT”, seorang sahabat bertanya “lalu siapa lagi?”, ibumu, “lalu siapa lagi?”, ibumu, “lalu siapa lagi?”, ibumu, “lalu siapa lagi?”, ayahmu.

Setelah takut kepada Allah, Rasululloh menyuruh kita untuk takut kepada ibu kita sendiri sebanyak tiga kali dari ayah kita sendiri. Dari sini dapat difikirkan seorang ibu yaitu wanita, memiliki peran di dunia ini dengan penuh penghargaan dari setiap anak yang dirawat oleh cinta dan kasih sayangnya. Yang tentu saja wanita yang sangat merawat anak dengan iman dan islam akan lebih baik, karena darinya penghantar akhlak bagi setiap anaknya. Secara sederhana wanita memiliki pondasi awal bagi citra seorang anak.

Dan dari setiap ayah memiliki peran yang sama penting yaitu, mengasihi seorang ibu dan menjaga kerukunan rumah tangga, serta menafkahi keluarga dengan baik dan memberi ilmu yang bermanfaat. Dan yang terpenting menjaga keutuhan keluarga.

Dan seorang sahabatpun bertanya lagi “lalu apa lagi ya, Rasululloh?”, Rasululloh S.AW menjawab : ” Jagalah mulutmu”. Dari jawaban yang singkat ini mendapat pengertian yang luas dan mendalam akan keselarasan kehidupan yang penuh dengan cinta dan damai, betapa berarti rasa takut itu dan menjaga mulut dengan baik agar mengatakan sesuatu harus dijaga dan dari beliau terpancar cahaya yang berkilau serta didapatkan cinta dari teman dan disegani lawan. Dan tidak terlepas dari yang itu saja banyak lagi as-sunah yang diberitakan olehnya, baik tentang shalat, zakat, silaturahim, dan lainnya.

Juga dengan begitu semua mendapat peran yang penting dalam kehidupan ini, berikut khasanah hidup tatkala manusia berada di dunia. Semoga kepribadian yang ada pada manusia mengikuti jejak langkahnya, yang sangat berarti penuh rasa hormat dari yang muda sampai dengan yang tua.

Pemimpin terbaik

Ciri terbaik pemimpin terbaik adalah pandai menjaga hati yang dipimpinnya maupun yang tidak dipimpinnya. Sangatlah penting bagi seorang pemimpin memiliki jiwa dan raga yang bersih, sabar, penyayang,menghormati dan menghargai tanpa memilih atau membedakan satu dengan yang lainnya.
Apabila hal ini dapat dilakukan masa depan terpampang luas penuh dengan kebahagiaan.
Bagaimana tidak, setiap apa yang dilakukannya tidaklah dengan sikap gegabah dan tergesa-gesa. Apa yang dilakukannya dilakukan sangat hati-hati guna mencari solusi terbaik. Akan tetapi, semua tak lepas dari setiap individu yang berpotensi untuk bersama-sama mengangkat sesuatu yang berat dengan kemampuan mengolah pemikiran akal serta hati yang menginginkan keadilan itu penting serta bersama-sama bekerja keras mengangkat yang berat itu agar menjadi ringan.Dan hasil dari kerjasama dan kerja keras itu berbuah baik, bahkan jauh lebih baik, serta dapat menuai hasilnya.
Selaras dengan hakekat itu, manusia untuk dapat hidup bersama dengan rasa aman dan tentram adalah rasa saling menghormati antar manusia itu sendiri. Tidak akan lepas manusia dari sesuatu yang tidak diketahuinya. Ini disebabkan karena sesuatu itu dapat berubah seperti halnya, beku menjadi cair, dingin menjadi panas, pohon yang pendek menjadi besar, tanah yang subur menjadi gersang, ternak yang sedikit menjadi banyak atau lain sebagainya.
Lalu apa yang dapat dilakukan apabila sesuatu yang beku itu tetap menjadi beku dan tidak menjadi cair begitupun sebaliknya yang cair tetap menjadi cair dan tidak menjadi beku? Adalah menjaganya dengan merawat dengan baik. Mencegah dengan membatasi dengan baik.
Perlu bagi pemimpin itu menghargai bawahannya, karena tanpanya pemimpin bukanlah apa-apa! Seperti halnya hubungan yang terlampir diatas, bekerja dan bersama-sama serta bekerja keras bersama-sama. Antara siapa? Adalah Pemimpin dan bawahannya.
Dan pemimpin adalah tauladan bagi bawahannya yang dengan kepemimpinannya menghadirkan pemimpin-pemimpin baru yang akan datang. Apabila pemimpin selalu berjiwa raga bersih, menjaga hati yang dipimpinnya dan yang tidak dipimpinnya, maka pemimpin-pemimpin baru yang akan datang akan mentauladaninya agar mau dan berusaha berjiwa raga bersih dan menjaga hati diantara yang dengan rasa saling menghormati yang tinggi. Hasilnya akan mendatangkan rasa aman dan kebahagiaan yang tiada tara.

Masa Depan Belum Terlihat

Memaknai ramadhan dengan harapan menuai hasil yang lebih baik di masa depan. Setiap ramadhan pasti umat islam menjalankan kewajibannya untuk berpuasa. Tidak pandang usia dan umur untuk siapa saja untuk menjalankannya. Dan yang tergolong wajib menjalankan ini adalah setiap manusia yang akil baligh sampai yang tua.
Konsekuensi ini dapat berlaku pada umat islam, akan tetapi untuk yang beriman tiada batas waktu baginya karena dasar ibadah terterapkan dalam al-hadits mengikuti petuah orang yang sangat mulia.

Dalam sabdanya Rasululloh S.A.W mengatakan :

    “tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat”

Dan darisinilah orang-orang yang beriman megikuti jejak rasulnya. Jika terdapat orang-orang yang mempunyai kualitas dan budi pekerti yang mengarah kepada kemulian hanya dapat ditemui di dalam diri orang yang beriman. Yang mau menerapkan ilmu hanya orang yang beriman, sedang iman itu mempunyai nilai atau syarat tersendiri.

Untuk dapat menuai ilmu pokok dasarnya adalah iman dan sabar. Sedikit demi sedikit ia harus ditingkatkan untuk sampai kepada apa yang disebut sempurna istilah mimpinya ialah “Perfectionis”. Menuju kesempurnaan itu tidak dapat langsung jadi sempurna, awalnya ia harus menjaga hati dari kawan maupun lawan. Menjalin silaturahmi salah satu sikap menjaga hati kawan, tidak menganggap lawan itu seperti musuh yang harus dijauhkan dan ditakuti adalah salah satu sikap menjaga hati lawan.

Agar hati tidak dirasuki oleh hal-hal yang mengganggu haruslah ada yang namanya keseimbangan. Keseimbangan dapat terbentuk dari rasa percaya bahwa gangguan dapat diselesaikan dengan cara yang disesuaikan dari sifat gangguan tersebut. Keseimbangan antara manusia dengan manusia lainnya tidak terlepas dari rasa saling hormat dan menghormati. Dan mengadakan musyawarah untuk merumuskan mufakat.

Siapapun dan bagaimanapun kondisi sesuatu yang sulit dapat diselesaikan dengan cara musyarawah yang menginginkan hasil yang sama-sama tidak dirugikan, menempatkan hati nurani untuk menjaga hati-hati yang memerlukan penyelesaian yang tidak dapat diselesaikan secara sepihak.

Jalan terbaik adalah membangun kembali suatu bangunan dengan kemampuan yang ada. Bermusyawarah dengan orang-orang yang ingin membangun kebaikan agar mendapat pondasi cakar ayam terkuat sepanjang masa, karena percuma jika tidak ada keinginan dan kebaikan itu sebab versus dari baik adalah buruk sedang buruk dekat dengan hancur.

    Untuk penghuni ramadhan perkembangkan akhlak adalah awal menuju masa depan.