Obat untuk rasa sakit

Tiada yang tahu tentang obat yang paling mujarab sedunia. Tapi ada yang tahu tentang obatnya? Adalah hati yang tahu obatnya. Yaitu hati yang bersih dari prasangka-prasangka buruk tentang yang terjadi didalam diri maupun diluar diri. Hati adalah pemimpin sejati setiap manusia. Tidak akan berdaya hati manusia jika tidak dipimpin oleh manusia itu sendiri. Hati yang bersih itu bersifat baik, menghargai dan menghormati serta menjunjung tinggi nilai manusia. Hati yang baik tidak akan mau menghancurkan .

Hati memiliki jiwa pemimpin, dia harus bersikap adil lalu dia mendapatkan keadilan. Hati memiliki semangat berkembang, dia mau diasah untuk berkembang. Hati adalah jiwanya manusia, dengannya manusia hidup dan tumbuh.

Tidak hanya seseorang yang bergelar pemimpin itu adalah pemimpin, akan tetapi setiap orang yang memiliki hati dapat memimpin. Tentu saja yang dikatakan pemimpin itu adalah yang baik bukan yang jahat. Jika baik dia berkembang dan tumbuh serta abadi, jika tidak baik dia tidak berkembang dan tidak tumbuh serta tidak abadi.

Hati dapat menjadi obat untuk rasa sakit bagi siapa saja. Tidak harus kaya atau miskin, tidak harus bergelar atau tidak bergelar, tidak harus tinggi atau rendah dan tidak harus laki-laki atau perempuan. Semua yang memiliki hati hanya dapat menjaga hati itu dengan baik, dengan ilmu dan kepribadian yang baik. Dan siapapun bisa berbuat baik, karena sifat manusia itu seperti bayi yang baru lahir. Jika ia kembali berfikir di waktu itu, mungkin kesadaran datang dan seperti mengatakan “aku dahulu berakal bersih sampai tidak tahu apa-apa, …………. aku ingin memulai lagi dengan itu”. Kira-kira begitulah jika manusia ingin memulai kembali dan menjalani ke depan, meski menuju asal manusia itu sendiri.

Hati tidak berhenti di manusia saja, tetapi antara hati manusia dengan hati manusia lainnya. Mereka harus saling menjaga meski berhantam perbedaan bahkan mungkin sampai pada perbedaan yang sangat jauh. Inilah yang pertama kali harus dilakukan oleh setiap manusia agar terjaga dari sakit karena hati tidak boleh sakit.

Advertisements