doa

Tautan Menjalani catatan part one merupakan ibadah. Menambah ibadah akan lebih baik jika ditambahkan dengan doa. Yang pada prinsipnya doa sangat berarti lebih banyak untuk keperluan manusia. Apa yang didoakan terkait dengan memohon permintaan kepada Yang Maha Kuasa agar diperkenankan permintaan dari doa itu.

Rasululloh S.A.W sangat sering melakukan doa yang terkadang bervariasi dalam memohonkan doa. Sesungguhnya doa lebih mengarah kepada kebaikan sehingga apa yang didoakan itu mendatangkan kebaikan guna mendapatkan kedamaian dan ketentraman di dalam kehidupan.

Dalam islam, doa cenderung kepada keselamatan baik untuk diri, keluarga, masyarakat bahkan untuk seluruh penghuni bumi. Doa itu tak terhingga diminta kepada Sang Khalik yang dengan perkenan-Nya doa itu terkabul.

Pembuka doa sangat dianjurkan setelah melakukan shalat. Baca juga tautan ini shalat lima waktu Dan sangat baik pula ditambah dengan as-sunnah “Jika kamu menginginkan sesuatu shalatlah sunat dua rakaat” yang dapat dimaksudkan yaitu shalat yang dimaksudkan secara khusus dengan tujuan shalat sunat itu didirikan agar doa dapat diperkenankan oleh Allah S.W.T.

Insya Allah dengan memohon doa dan menjalani ibadah akan dijauhkan dari mara bahaya yang datang dari manusia maupun dari alam. Dan dengan ini tidak lagi datang ujian yang sangat berat. Amin.

Rindu kami padamu ya, Rasul

Langit menjulang, lautan menghantar,

Bumi nan luas, gunung nan tinggi

Setiap manusia itu selalu dibawah kekuasaan Allah S.W.T, tiada yang dapat menandingi-Nya, berbagi dengan manusia adalah kesenangan-Nya. Tiada yang tidak diperuntuk bagi manusia, tinggal manusia menambah, menghias, menjaga dan merawat dan juga menambal sesuatu dengan apa yang di dapat.

Sangatlah kurang pengalaman yang muda dari pengalaman yang tua, meski beda rasa dan jeram yang dilalui, apabila dapat berbagi dapatlah suatu sandaran akan saling berhubungan antara yang lalu dengan yang akan datang.

Banyak pendapat terlontar di hari yang lalu akan tetapi berhenti di hari yang datang. Seperti itulah kiasan yang mungkinnya, akan tetapi tidak semua demikian. Jika diperhatikan dengan baik, tidaklah mudah untuk berpendapat semata hanya untuk hal yang belum tentu.

Dalam hal ini sesuatu yang tidak perlu ada baiknya ditahan, karena ini mencegah dari sesuatu yang tidak diketahui. Dan takut ia dekat dengan fitnah. Dan penyampaian ini bermaksud untuk menambah nilai “jagalah mulutmu”. Jika ada yang ingat tentang sejarah ini semoga ia ingat akan guru besarnya.

Menambah cinta menabur benih dan menuai salamah.